Senin, 03 April 2023

Teori Konseling (Ego dan Self)


1. Konsep Teori Ego dan Self 


a. Konsep Teori Ego 


    Ego adalah segi kepribadian yang dapat membedakan antara khayalan dan kenyataan serta mau menanggung ketegangan dalam batas tertentu. Berlawanan dengan Id yang bekerja berdasarkan prinsip kesenangan, Ego bekerja berdasarkan prinsip realitas (reality principle) yang artinya dapat menunda pemuasan diri atau mencari bentuk pemuasan lain yang lebih sesuai dengan batasan lingkungan (fisik maupun sosial). Ego menjalankan proses sekunder, di mana menggunakan kemampuan berpikir secara rasional dalam mencari pemecahan masalah terbaik. 
    Menurut Perspektif Psikoanalisis Freud, Ego berperan penting dalam konteks timbulnya berbagai macam kecemasan yang melanda manusia. Hanya Ego yang dapat mendeteksi atau merasakan setiap jenis kecemasan, sedangkan Id, Superego, dan dunia eksternal masing-masing terlibat hanya di salah satu dari tiga jenis kecemasan.


b. Konsep Teori Self 


    Self care merupakan salah satu teori keperawatan yang dikembangkan oleh Dorothea E Orem. Pengertian self care menurut Orem adalah kegiatan yang dilakukan oleh pasien untuk mempertahankan kehidupan. kesehatan dan kesejahterannya sesuai keadaan, baik sehat maupun sakit.
    Orem mengembangkan teori yang saling berhubungan yang berfokus pada manusia dalam menyeimbangkan kehidupan, kesehatan, dan kesejahteraannya dengan merawat diri mereka sendiri yaitu teori Self Care Deficit, Teori Self Care, dan Nursing System. 

2. Konsep Perilaku Manusia (Menurut Teori Ego dan Self)


    Berpikir mengenai dirinya sendiri adalah aktivitas manusia yang tidak dapat dihindari. Pada umumnya, secara harfiah orang akan berpusat pada dirinya sendiri. Sehingga self (diri) adalah pusat dari dunia sosial setiap orang. Sementara, seperti yang telah kita ketahui, faktor genetik memainkan sebuah peran terhadap identitas diri atau konsep diri. Yang sebagian besar didasari pada interaksi dengan orang lain yang dipelajari dimulai dengan anggota keluarga terdekat kemudian masuk ke interaksi dengan mereka di luar keluarga.

3. Pelaksanaan Konseling Ego dan Self 


a. Pelaksanaan Konseling Ego


    Pelaksanaan konseling ego dirumuskan oleh Hummel, yang dikutip oleh Hansen, dkk (1977) sebagai berikut: 
1. Pertama-tama membantu klien mengkaji perasaan-perasaan berkenaan dengan kehidupan juga feeling terhadap peranan-peranannya, feeling penampilannya dan hal-hal lain yang bersangkut paut dengan tugas-tugas kehidupannya.
2. Klien kita proyeksikan dirinya terhadap masa depan (bagaimana dirinya bersangkut paut dengan masa depan). Dengan keadaanya sekarang apa yang dapat dia capai di masa depan.
3. Selanjutnya konselor berusaha mendiskusikan dengan klien hambatan-hambatan yang dijumpainya untuk mencapai tujuan.
4. Kalau pendiskusian tentang hambatan hambatan itu sudah berlangsung cukup jauh, konselor melalui proses interpretasi dan refleksi, mengajak klien untuk mengkaji lagi diri sendiri dan lingkungannya.
5. Terakhir konselor membantu klien menumbuhkan seperangkat hasrat kemauan dan semangat yang lebih baik dan mantap dalam kaitannya dengan pelajaran.

b. Pelaksanaan Konseling Self 


    Pelaksanaan konseling self, diantaranya: 
1. Dalam proses konseling konselor harus berupaya agar klien bebas mengekspresikan perasaannya.
2. Klien merasa nyaman berada bersama konselor karena konselor tidak pernah merespon negative.
3. Klien didorong sebanyak mungkin menggunakan kata ganti saya.
4. Klien didorong untuk melihat pengalaman-pengalamannya dari sudut yang realistic.
5. Klien didorong untuk kembali menjadi dirinya sendiri.

4. Analisis Perilaku Masyarakat Banten/Indonesia 


    Analisis prilaku masyarakat terhadap teori egi, Schiffman dan Kanuk (2010) mengutip pendapat para peneliti yang menggunakan teori Freud dalam studi perilaku konsumen dengan mengatakan bahwa motivasi (human drive) manusia sebagian besar tidak disadari, sehingga konsumen seringkali tidak menyadari atau tidak tahu alasan sesungguhnya mereka membeli suatu produk. Karena itu, apa yang dibeli dan apa yang dikonsumsi oleh konsumen merupakan gambaran dari kepribadian konsumen tersebut. Pakaian, kendaraan, aksesoris yang konsumen pakai adalah memperlihatkan kepribadian dari konsumen tersebut.
    Analisis prilaku masyarakat terhadap teori self, menurut teori ini manusia mempunyai pandangan atau konsepsi atas dirinya sendiri, berupa penilaian terhadap dirinya sendiri. Dengan ini setiap individu berfungsi sebagai subjek dan objek persepsi. Menurut Mowen, konsep diri merupakan totalitas pikiran dan perasaan individu yang mereferensikan dirinya sebagai objek. Konsep diri, disebut pula sebagai citra diri atau persepsi tentang diri sangat berkaitan dengan kepribadian. Teori konsep diri memandang bahwa tiap individu memiliki suatu konsep tentang dirinya yang didasari oleh siapa dirinya (dirinya yang sebenarnya atau actual self) dan suatu konsep tentang memandang dirinya ingin seperti siapa (dirinya yang ideal atau ideal self).

Referensi


Megasari, Anis Laela. 2021. Discharge Planning Berbasis Android Terhadap Kesiapan Pulang, 

Saputro, Muhammad Angga. 2020. Pemahaman Perkembangan Teori Sastra, Jawa Tengah: Penerbit Lakeisha.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Teknik dan Pelaksanaan Konseling Individual

  1. Penggunaan Teknik Umum dan Khusus Konseling Individual  a. Teknik Umum Konseling Individual       Teknik umum merupakan teknik konselin...