Senin, 27 Februari 2023

Mekanisme Pelayanan BK

 

1. Pengertian dan Bentuk Program BK


            Secara umum program sering kali diartikan sebagai suatu rencana. Homby & Parnwell (1972: 409) dalam Ahmad Susanto (2015) mengartikan program dengan. "plan of what is to be done." Dalam konteks pendidikan, program juga dianggap bagian dari kurikulum, sebagaimana yang diungkapkan oleh Smith, Krouse & Atkinson (1966: 870) dalam Ahmad Susanto (2015) bahwa "program is the body of subject, topics and learning experiences that constitute curriculum." Sementara itu, Bowers & Hatch (2002: 127) dalam Ahmad Susanto (2015) menyatakan bahwa "program is acoherent sequence of instruction based upon a validated set of com- petencies."
            Dari berbagai definisi yang telah dikemukakan para ahli di atas, maka dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan program bimbingan yaitu seperangkat rencana kerja bimbingan yang disusun secara sistematis dan terencana, berdasarkan kompetensi yang diharapkan. Dalam kaitannya dengan program bimbingan, Bowers & Hatsh (2002: 11) dalam Ahmad Susanto (2015) mengungkapkan bahwa dalam konteks bimbingan, program yang dimaksud merupakan program bimbingan yang komprehensif, dengan karakteristik sebagai berikut:

a. Program bimbingan memiliki catatan yang komprehensif (com- prehensive in scope). Artinya, program bimbingan ditujukan bagi semua siswa untuk membantu mereka memperoleh keberhasilan dalam bidang pribadi dan sosial, akademik, dan karier dengan memperhatikan potensi diri dan lingkungan mereka. Lebih jauh lagi, bimbingan membantu siswa supaya dapat berperan serta sebagai anggota masyarakat yang baik.

b. Program bimbingan memiliki desain yang preventif (preventive design). Tujuan program bimbingan didesain untuk memberi- kan kesempatan kepada siswa memperoleh keterampilan khusus, membantu siswa mencapai keberhasilan melalui pengalaman per- kembangan dalam bidang pribadi dan sosial, akademik, dan karier serta memiliki kesempatan belajar secara proaktif dan preventif. 

c. Program bimbingan memiliki hakikat perkembangan (develop- ment in nature). Konselor merancang program dan memberikan layanan untuk memenuhi kebutuhan siswa yang memiliki berbagai variasi pertumbuhan dan tahapan perkembangan.

d. Program bimbingan merupakan bagian integral dari keseluruhan program pendidikan (integral part of the total educational program). Bersama-sama dengan program administrasi dan pengajaran, program bimbingan menjadi satu bagian yang tak terpisahkan dari keseluruhan program pendidikan dalam membantu siswa menghadapi tantangan dan memahami, serta memenuhi tuntutan pendidikannya.

e. Program bimbingan memiliki rancangan delivery system (designs a delivery system). Delivery system menggambarkan kegiatan proses belajar dan wilayah lain yang dilakukan konselor dalam me- nyampaikan dan melaksanakan program. Pada praktiknya, konselor menggunakan empat komponen program berikut dalam delivery systemnya, yakni layanan dasar bimbingan, layanan responsif, layanan perencanaan individual, dan dukungan sistem. 

f. Program bimbingan diimplementasikan oleh konselor yang terpercaya dan memiliki kredensialisasi (implemented by a state-credentialed school councelor). 

g. Program bimbingan dilaksanakan secara kolaboratif (conducted in collaboration). Dalam melaksanakan program bimbingan, kon-selor seyogianya dapat berkolaborasi dengan orangtua, guru dan staf sekolah, anggota masyarakat, serta para profesional yang lain. 

h. Program bimbingan dirancang untuk dapat memantau kemajuan siswa (monitors student progress). Konselor diharapkan dapat me- mantau secara konsisten setiap kemajuan yang dicapai siswa seka- ligus membantu perencanaan pendidikan dan karier siswa dengan meminimalkan hambatan yang mereka alami.

i. Program bimbingan dibuat berdasarkan data yang diperoleh (driven by data). Data menghasilkan suatu gambaran mengenai kebutuhan siswa dan menyajikan suatu cara yang dapat dipertanggungjawabkan untuk memadukan program bimbingan dengan misi yang diemban sekolah.

j. Program bimbingan berupaya ke arah peningkatan dan pengem- bangan (seeks improvement). Peningkatan dan pengembangan program bimbingan diperoleh setelah melakukan evaluasi untuk me- ngetahui keefektifan program, pengaruhnya terhadap siswa, dan membuat penyesuaian yang diperlukan.

k. Program bimbingan memungkinkan untuk saling berbagi keber hasilan (share success). Program bimbingan komprehensif memberikan informasi dan kesempatan kepada konselor, orangtua, pihak sekolah, dan stakeholder lainnya untuk mengetahui keber- hasilan siswa dan program yang telah dilaksanakan.

2. Mekanisme penyusunan program BK (Pra Layanan; Pelaksanaan Layanan; dan Evaluasi Layanan)


a. Pra Layanan 


            Prakonseling adalah teknik yang digunakan oleh konselor untuk mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan kegiatan konseling, sebelum kegiatan konseling itu sendiri dilaksanakan. Persiapan ini hendaknya mencakup persiapan untuk konseli, persiapan yang berhubungan dengan konselor selaku helper, dan persiapan fisik serta lingkungan di mana konseling akan dilaksanakan.
            Prakonseling termasuk teknik dasar yang harus dilakukan oleh konselor, karena dengan adanya persiapan yang matang baik dari segi konselor, konseli, maupun lingkungan, akan mendorong terjadinya proses konseling yang kondusif, dan mempermudah tercapainya tujuan konseling.

b. Pelaksanaan Layanan


            mekanisme pelaksanaan layanan BK diantaranya:
1. Identifikasi
2. Penentuan streatment
3. Pihak yang dilibatkan 
4. Media Konseling 

c. Evaluasi Layanan


            Evaluasi program pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah harus disesuaikan dengan pola dasar pedoman operasio- nal pelayanan bimbingan dan konseling. Kegiatan opersional dari masing-masing pelayanan hendaknya disusun dalam suatu siste matika yang rinci di antaranya:

a. Tujuan khusus pelayanan bimbingan dan konseling
b. Kriteria keberhasilan pelayanan bimbingan dan konseling.
c. Lingkup pelayanan bimbingan dan konseling.
d. Rincian kegiatan dan jadwal kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling.
e. Hubungan antara kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling dengan kegiatan di luar sekolah.
f. Metode dan teknik layanan bimbingan dan konseling. g. Sarana pelayanan bimbingan dan konseling.
h. Evaluasi dan penelitian pelayanan bimbingan dan konseling
i. Evaluasi Proses

3. Penilaian dalam BK di Madrasah


            Penilaian merupakan langkah penting dalam pengelolaan Bimbingan dan Konseling (BK). Tanpa penilaian tidak mungkin kita dapat mengetahui dan mengidentifikasi keberhasilan pelaksanaan program bimbingan yang telah direncanakan. Penilaian program bimbingan merupakan usaha untuk menilai sejauh mana pelaksanaan program itu mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dengan kata lain keberhasilan program dalam pencapaian tujuan merupakan suatu kondisi yang hendak dilihat melalui kegiatan penilaian.Penilaian kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah adalah segala usaha, tindakan atau proses untuk menentukan derajat kualitas kemajuan kegiatan yang berkaitan dengan pelaksanaan program bimbingan dan konseling di sekolah dengan mengacu kepada kriteria atau patokan-patokan tertentu yang sesuai dengan program yang dilaksanakan. 
            Ada dua macam kegiatan penilaian program kegiatan bimbingan dan konseling yaitu penilaian proses dan penilaian hasil. Penilaian proses dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana keefektifan pelayanan bimbingan dan konseling ditinjau dari prosesnya, sedangkan penilaian hasil dimaksudkan untuk memperoleh informasi keefektifan layanan bimbingan dan konseling ditinjau dari hasilnya.

4. Pengawasan dalam BK di Madrasah 


            Kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah dipantau, dievaluasi, dan dibina melalui kegiatan pengawasan. Kegiatan pengawasan tersebut dilakukan dengan mekanisme sebagai berikut:

            Pemantauan/pengawasan/pembinaan kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling dilakukan secara:
a. Internal oleh pimpinan satuan pendidikan (lembaga kerja)
b. Eksternal oleh petugas yang ditunjuk atasan satuan pendidikan (lembaga kerja)
c. Ekstra kelembagaan oleh pengawas, komite sekolah, dan organisasi profesi).

5.  Kerjasama Guru BK dengan personil sekolah


            Pelayanan BK perlu dilakukan di sekolah terutama pemberian layanan diberikan kepada siswa. Dengan adanya kontribusi guru BK dengan personil sekolah lainnya membantu siswa untuk melakukan tugas perkembangannya dengan baik sehingga siswa bisa mengaktulisasikan dirinya di lingkungannya. 
            Orang yang berperan penting adalah Guru BK, kepala sekolah, wakil kepala sekolah, coordinator BK, wali kelas, tata usaha, komite sekolah, guru mata pelajaran, guru praktik, dll.


Referensi

Awlawi, Addahri Hafidz, Mekanisme Penyelenggaraan Konseling untuk Anak Usia Dini di Taman Kanak-kanak, Jurnal As-Salam, 2 (3), 2018.

Hadiwinarto, 2019, Evaluasi Bimbingan dan Konseling, (Yogyakarta: UNY Press).

Setiawan, 2021, Gede Danu dan Putu Abda Arsula, Profesi Bimbingan dan Konseling: Membangun Profesi BK yang Profesional, (Yogyakarta: Bintang Semesta Media). 

Susanto, Ahmad, 2015, Bimbingan & Konseling di Taman Kanak-kanak, (Jakarta: Kencana).




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Teknik dan Pelaksanaan Konseling Individual

  1. Penggunaan Teknik Umum dan Khusus Konseling Individual  a. Teknik Umum Konseling Individual       Teknik umum merupakan teknik konselin...